Senin, 15 Oktober 2012

Pendidikan Islam Pada Masa Penjajahan Jepang



Pendidikan Islam
Pada Masa Penjajahan Jepang

Disusun oleh :

Muhammad Syukron (113111255)

Muhammad Rofiq (113111252)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PAI
2011/2012





PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Sikap penjajah jepang terhadap pendidikan islam di Indonesia lebih lebih lunak sehingga ruang gerak pendidikan islam lebih bebas dari pada waktu penjajahan kolonial belanda. Terlebih lebih pada masa permulaan, pemerintah jepang menampakan diri seakan akan membela kepentingan islam. Untuk mendekati umat islam, mereka menempuh beberapa kebijakan

B. Rumusan masalah

1. Apa kebijakan penjajah jepang terhadap umat islam di Indonesia ?

2. Bagaimana respon umat islam terhadap kebijakan jepang?

3. Bagaimana pendidikan islam pada masa jepang ?




PEMBAHASAN

A. Zaman penjajahan jepang

Jepang muncul sebagai Negara yang kuat di asia. Bangsa jepang bercita cita menjadi pemimpin asia timur raya. Dan pada awal penjajahan jepang membuat kebijakan sebagai berikut :

1. Persekolahan umum

Pedidikan pada zaman jepang disebut “Hakko Ichiu” yakni mengajak bangsa jepang menciptakan kemakmuran di Asia Raya.

Kegiatan kegiatan sekolah pada saat itu :

1. Mengumpulkan batu, pasir, untuk kepentingan perang

2. Menbersihkan bengkel-bengkel sarana-sarana militer

3. Menanam ubi-ubi, sayur-sayuran, untuk cadangan makanan

4. Menanam pohon jarak untuk pelumas


2. Sikap Jepang Terhadap pendidikan islam

Sikap penjajahan jepang terhadap pendidikan islam, mereka menempuh beberapa kebijakan sebagai berikut :

1. Membuat Kantor Urusan Agama (KUA)

KUA pada zaman jepang disebut Shumubu sebagai pengganti nama kantor Voor Het Islanddsche Zaken yang ada pada zaman kolonial belanda, yang dipimpin oleh ulama islam, yaitu K.H. Hasyim Asy’ari dari jombang, dan di daerah itu juga dibentuk shumubu. Kantor itu kemudian di kembangkan dalam bidang tugasnya, yaitu antara lain departemen dalam negeri, kehakiman, pendidikan, dan peribadatan umum,

Jabatan tertinggi pertama yang dipercayakan Jepang kepada orang Indonesia dalam pemerintahan kedudukannya adalah jabatan kepala kantor urusan agama ini oleh karena itu BJ.Boland menyatakan bahwa terkenalnya kantor urusan agama ini merupakan salah satu manfaat terbesar dari pendudukan islam Indonesia.

2. Pembentukan Masyumi

Masyumi(Majelis Syuro Muslim Indonesia) di pandang sebagai pengganti MIAI. Pembubaran MIAI pada bulan oktober 1943 dilakukan jepang karena organisasi ini didirikan atas prakarsa kaum muslim sendiri sebagai suatu federasi organisasi-organisasi islam. Para pemimpin organisasi-organisasi itu mempunyai latar belakang sikap anti colonial an tidak mau bekerja sama dengan pemerintah colonial.

Masyumi lebih bersifat politik, yaitu mempekuat kesatuan seluruh organisasi islam. Alasan di gantinya MIAI dengan Masyumi adalah karena dua organisasi islam terpenting tidak menjadi anggota MIAI, yaitu NU dan Muhammadiyah. Dengan terbentuknya dua organisasi islam pada zaman jepang ini. Umat islam telah diberi suatu aparatur yang akan menjadi sangat penting bagi masa depan umat islam.

3. Terbentuknya Hizbullah

Hizbullah merupakan sejenis organisasi militer bagi pemuda-pemuda muslim. Pembentukan Hizbullah pada tahun 1944 ini sangat penting karena banyak anggotanya kemudian menjadi anggota tentara nasional.

Pendidikan islam khususnya dan pendidikan di Indonesia umumnya di masa penjajahan jepang sangat mengalami kemrosotan yang luar biasa, terutama di bidang pendidikan secara umum. Hal ini karena ketatnya pengaruh induktrinasi serta disiplin mati akibat pendidikan militerisme fasisme jepang.

Namun dibalik kekejaman jepang terdapat pula hal-hal yang menguntungkan, khususnya dibidang pendidikan. Keuntungan tersebut ialah :

a. Bahasa Indonesia hidup dan berkembang secara luas di seluruh Indonesia

b. Buku-buku dalam bahasa asing yang diperlukan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia

c. Kreafitas guru-guru semakin berkembag

d. Bela diri dan latihan perang sebagai kegiatan ekstra kulikuler sekolah

e. Diskriminasi golongan ditiadakan

f. Bangsa Indonesia di didik dan dilatih untuk memegang jabatan

4. Pertumbuhan dan perkembangan madrasah

Pada masa kedudukan Jepang, ada satu keistimewan dalam dunia pendidikan. Sekolah-sekolah telah di seragamkan dan di negerikan. Adapun sekolah swasta seperti Muhammadiyah,Taman Siswa, diizinkan untuk terus berkembang tapi, masih di atur oleh Jepang.





DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Taufik. 1974. Islam di Indonesia. Jakarta: Tinta mas

Boland, BJ. 1985. Pergumulan islam di Indonesia. Jakarta: Graffiti pers

Hasimy, A. 1993. Sejarah masuk dan berkembangnya islam di Indonesia. Bandung: PT Alma’arif

1 komentar:

ayah maheer mengatakan...

thanks ya...
two thumbs up....