Jumat, 12 Oktober 2012

KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN



Kurikulum Dalam Pendidikan

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah

Filsafat pendidikan Islam

Dosen pengampu : Toto Suharto

Disusun oleh :

Muhammad Afif Ridlo (113 111 245)

Mulis Khoirul Umam (113 111 259)

Muhammad Rofiq (113 111 252)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA

FAKULTAS TARBIYAH

JURUSAN PAI

2011/2012






BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam bidang pendidikan, kurikulum merupakan unsure penting dalam setiap bentuk dan model pendidikan manapun. Tanpa adanya kurikulum, sulit rasanya bagi para perencana pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakannya. Mengingat pentingnya kkurikulum, kurikulum perlu di pahami dengan baik oleh semua pelaksana pendidikan.

Dalam makalah ini kami akan membahas sedikit banyak tentang kurikilum pendidikan.


B. Rumusan Masalah

Dalam penyusunan makalah ini, penulis membatasi permasalahan terhadap tiga permasalahan pokok yang diantaranya :

1. pengertian filsafat

2. prinsip filsafat

3. tujuan filsafat.


C. Metode Penulisan

Adapun metode penulisan dalam makalah ini, memekai metode kepustakaan yang mengambil dari buku untuk dijadikan referensi, dan yang berkaitan dengan masalah pokok pembahasan.




BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kurikulum

Kurikulum Istilah kurikulum yang berasal dari bahasa latin curriculum semula berarti a running, or race course, especially a chariot race course dan terdapat pula dalam bahasa perancis caurier artinya to run, berlari. Kemudian istilah itu digunakan untuk sejumlah courses atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah.

Seperti halnya dengan istilah-istilah lain yang banyak digunakan, kurikulum juga mengalami perkembangan dan tafsiran yang berbagai ragam. Hampir setiap ahlikurikulum mempunyai rumusan sendiri, walaupun dalam berbagai definisi itu terdapat aspek-aspek persamaan. Secara tradisional kurikulum diartikan diartikan sebagai mata pelajaran yang di ajarkan diskolah. Pengertian kurikulum yang dianggap tradisional ini masih banyak dianut sampai sekarang, termasuk Indonesia.

Dalam perkembangan kurikulum sbagai suatu kegiatan pendidikan, timbul berbagai definisi lain. Definisi ini menentukan hal-hal yang termasuk ke dalam ruang lingkupnya.

Saylor dan alexandermerumuskan kurikulum sebagai the total effort of the school situations (Saylor, 1956 h. 3). Definisi ini jelas lebih luas dari pada sekedar meliputi mata pelajaran, yaitu segala usaha sekolah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Selain itu, kurikulum tidak hanya mengenai situasi didalam sekolah, tetapi juga diluar sekolah.

Menurut S. Nasution, istilah kurikulum untuk pertama kali masuk di dalam kamus inggris Webster pada tahun 1856. Istilah ini pada awalmya digunakan dalam bidang olah raga sebagai suatu jarak yang harus ditempuh seorang pelari, atau diartikan sebagai sebuah “chariot” ( semacam kereta pacu), yaitu alat yang dibawa dari start sampai finish. Kemuduian, istilah ini di gunakan dalam dunia pendidikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai tingkat tertentu yang disajikan oleh sebuah lembaga pendidikan.[1]

Kurikulum dalam bahasa Arab disebut denganistilah manhaj atau minhaj yang berarti sejumlah rencana atau wasilah yang telah ditetapkan oleh sebuah lembaga pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikanya.[2]

Yang jelas kurikulum bukanlah buku kurikulum, bukanlah sekedar dokumen yang dicetak atau distensile. Untuk mengetahui kurikulum disekolah, tidak cukup mempelajari buku kurikulumnya melainkan juga apa yang terjadi di sekolah, di dalam kelas, atau diluar kelas, atau kegiatan –kegiatan yang lainya.

B. Prinsip-prinsip kurikulum

Salah satu komponen pendidkan sebagai suatu sistem adalah materi. Materi pendidkan adalah semua bahan pelajaran yang disampaikan kepada pesrta didik dalam suatu sistem institusional pendidikan. Materi pendidkan ini lebih dikenal dengan istilah kurikulum. Sedangkan kurikulum menunjuk pada materi yang sebelumnya telah disusun secara sistimatis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

1. Prinsip Pertama :

Prinsip pertama adalah pertautan yang sempurna dengan agama termasuk ajaran dan nilainya. Maka setiap yang berkaitan dengan kurikulum, termasuk filsafah, tujuan, kandungan, metode mengajar , cara-cara perlakuan , dan hubungan yang berlaku dalam lembaga pendidikan harus berdasarkan agama Islam.

2. Prinsip Kedua :

Prinsip ke dua adalah prinsip menyeluruh ( universal ) pada tujuan dan kandungan kurikulum.

3. Prinsip Ketiga :

Prinsip ketiga adalah keseimbangan yang relative antara tujuan dan kandugan kurikulum.

4. Prinsip Keempat :

Prinsip yang ke empat berkaitan dengan bakat, minat, kemampuan, dan kebutuhan pelajar, begitu juga dengan alam sekitar fisik dan sosial tempat pelajar berintraksi untuk memperoleh pengetahuan.

5. Prinsip yang kelima 

adalah pemeliharaan perbedaan individual antara pelajar dalam bakat, minat, kemampuan, kebutuhan, dan masalahnya, dan juga pemeliharaan perbedaan dan kelainan diantara alam sekitar dan masyarakat.

6. Prinsip Keenam :

Prisip keenam adalah prinsip perkembangan dan perubahan Islam yang menjadi sumber pengambilan filsafah, prinsip, dasar kurikulum.

7. Prinsip Ketujuh :

Prinsip ketujuh adalah prinsip pertautan antara mata pelajaran, pengalaman, dan aktiva yang terkandung dalam kurikulum.

Prof.H. M. arifin M.Ed., mengemukakan bahwa prinsip-prisip yang harus diperhatikan pada waktu menyusun kurikulum mencangkup 4 macam, yaitu:

1. Kurikulum pendidikan yang sejalan dengan identitas Islami adalah kurikulum yang mengandung materi ( bahan) ilmu penetahuan yang berfungsi sebagai alat untuk tujuan hidup Islam.

2. Untuk berfungsi sebagai alat yang efektif mencapai tujuan tersebut, kurikulum harus mengandung tata nialai islam.

3. Kurikulum yag bercirikan Islami itu melalui proses metode yang sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam pendidikan islam.

4. Antara kurikulum, metode dan tujuan pendidikan Islam harus saling berkaitan yang bercita-cita menurut ajaran islam.


C. Tujuan Kurikulum

Kurikum dalam pendidian isalam memiliki lima ciri utama yang membedakanya dari kurikulum secara umum. Pertama kurikulium pendidikan islam menonjolkan dan megutamakan dalam berbagi tujuanya kedua cakupan dan kadungan kurikulum pendidikan islam bersifat luas dan menyeluruh. Yang ketiga kurikulum pendidikan islam menerapkan prisnsip eseimbangan didalam materi keilmuanya, dan didalam fungsi ilmu pengetahuan, baik bagi perkembangan individu maupun bagi pengembangan . ketempat kurikulum pendidikan islam mencakup seluruhan pelajaran yang dubutuhkan peserta didik. Kelima kurikulum pendidikan islam selau disusun berdarkan kesesuaian dengan minat dan bakat peserta didik.

Berdasrkan cirri-ciri dan karateristik diatas, kurikulum pendidikan islam dibuat disusun dengan mengikuti tujuh prinsip sebagai berikut :

1. Prinsip petautan dengan agama dengan arti sebuah hal berkaitan dengan ilmu kulum, termasuuk tujuan kandungan,metode yang berlaku dalm proses pendidikan islam berdasarkan ajaran dan akhlak islam.

2. Prinsip universal, maksudnya tujuan dan kandungan kurikulum pendidikan islam harus meliputi segala aspek yang bermanfaat, baik bagi peserta didik seperti pembinaan aqidah,akal ,jasmani maupuin bagi masyarakat seperti perkembangan spiritual, kebudayaan, social, ekonomi, politik, dll.

3. Prinsip keseimbangan didalam tujuan kurikulum dengan kandungannya.

4. Prinsip keterhubungan kurikulum dengan bakat, minat, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik, serta dengan lingkungan social yang menjadi tempat berintereksi peserta didik.

5. Prinsip memperhatikan perbedaan individu, agar kurikulum pendidikan islam memiliki relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakatnya.

6. Prinsip perkembangan dan perubahan, dalam arti bahwa kurikulum pendidikan islam senantiasa sejalan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

7. Prinsip pertautan antara mata pelajaran, pengalaman-pengalaman dan aktivitas-aktivitas pendidikan yang terkandung dalam kurikulum.

Dengan tujuh prinsip ini, al-Syaibany menilai bahwa sebenarnya kurikulum pendidikan islam merupakan kurikulum yang dijiwai oleh nilai dan ajaran islam, yang senantiasa memperhatikan kehidupan manusia modern.




BAB III

KESIMPULAN

Kurikulum Istilah kurikulum yang berasal dari bahasa latin curriculum semula berarti a running, or race course, especially a chariot race course dan terdapat pula dalam bahasa perancis caurier artinya to run, berlari.

Yang jelas kurikulum bukanlah buku kurikulum, bukanlah sekedar dokumen yang dicetak atau distensile. Salah satu komponen pendidkan sebagai suatu sistem adalah materi. Materi pendidkan adalah semua bahan pelajaran yang disampaikan kepada pesrta didik dalam suatu sistem institusional pendidikan. Prinsip-prinsip kurikulum di golongkan menjadi tujuh prinsip.

Salah satu komponen pendidkan sebagai suatu sistem adalah materi. Materi pendidkan adalah semua bahan pelajaran yang disampaikan kepada pesrta didik dalam suatu sistem institusional pendidikan.




DAFTAR PUSTAKA

Suharto, Toto. 2011. Filsafat Pendidikan Islam. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.

Ihsan, Hamdani. Faud, Ihsan. 2007. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.

Tafsir, Ahad. 2010. Filsafat Umum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Fuad, Ahmad. 1993. Filsafat Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Arifin. 2000. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara.


__________________________________
[1] S. Nasution, Asas-Asas Kurikulum, Edisi VI, (Bandug: Jemmars, 1982), hlm. 7-8

[2] Muhammad Ali al-Khuli, Dictionary of Education: English-Arabic, Cet. I, (Beirut: Dar Elilm Lilmalayin, 1981), hlm. 105
Poskan Komentar